Friday, September 24, 2010

episode keterpurukan

Mudah sekali membuat saya marah dan bersedih dalam satu waktu.
sebut nama ayah saya,langsung saya akan menangis sederas"nya.

Setelah lebih dari 40 hari kepergian alm.
khususnya keluarga saya masih terpukul dan berusaha mengatasi kesedihan dengan cara kami masing"

bahkan akhirnya tercetuslah "siapa lagi yang bisa diandalkan kalo bukan kamu,teh"
kalo kata sepupu saya" roh beliau ada diseluruh tubuh dan mengalir dalam darah lo,teh"

saya pikir dengan kepergian beliau,bearti saya bebas tugas dari kesedihan mendalam, belas kasihan mengiba,dan tanggungjawab moril.


Nyatanya....setelah beberapa saat saya sadari...saya menjadi alm.
menjadi seseorang yang diandalkan.
menjadi seseorang tempat berkeluh kesah
menjadi seseorang tempat berkaca ketika kerinduan orang" terhadap beliau memuncak.


saya tidak berkeluh kesah mengenai ini.
tulisan ini saya tuangkan karena kesesakkan hati saya dan kebanggaan sekaligus.


sampai saya berkunjung ke RSCM KENCANA selain mengurus sisa" duniawi beliau,
juga sebagai pengingat pribadi saya.Diatas Balkon.Menangis.

saya tidak akan menghakimi dan berbangga diri bahwa sayalah orang yang paling sedih.


justru...saya orang yang paling tidak tahu bagaimana mengatasi kesedihan saya.
mengatasi ketidakpastian dan ketidakmampuan saya secara psikis.
bukan artinya saya gila....tapi saya tidak tahu caranya.


Dan inilah episode keterpurukan saya yang paling dalam.

melebihi kesedihan saya ditinggal pacar
melebihi kesedihan saya ga punya pekerjaan
melebihi kesedihan saya tidak punya teman


kesedihan saya paling besar...karena papa tidak lagi bersama saya.

Friday, September 3, 2010

new found love

Menemukan cinta tidak pada tempatnya.
tidak pada waktunya dan tidak pada kondisinya.

meragu apakah hati saya berkata dialah yang tepat atau cuma ada dia
di masa ini.

entahlah...

saya harus percaya dan meyakini
seolah dia adalah pelabuhan hati.


across time,across life
i pray that your the right person in the rite time