Monday, November 30, 2009

pulang kampung

Beberapa hari yang lalu saya pulang kampung untuk perayaan kurban, baru tahun ini dan baru kali ini kembali saya kembali ke kampung halaman,bukan perjalanan 6 jam pulang pergi yang harus tempuh melainkan setitik udara segar yang membuat saya bersemangat dan bertemu saudara2x saya tercinta yang membuatnya lebih bersemangat.

Terlepas dari konflik layaknya keluarga besar, saya bertekad ga akan ada satu orang pun yang berhak merampas udara segar saya di kampung halaman. mao ada konflik apapun saya tetep berangkat dan harus berangkat.

Menempuhlah perjalanan saya selama 6 jam.menghitung berapa pasar yang saya lewati sepanjang jalan, menikmati udara gunung yang segar yang bagaikan sihir langsung melupakan keribetan kerja saya yang baru saja saya jalani. tak ada yang lebih menyegarkan selain melihat kehiruk pikukan pasar di waktu malam. Jakarta menjadi asing buat saya selama perjalanan ini.


Sesampainya disana,walaupun badan mulai terasa letih,saya masih punya sisa energi bercengkrama dengan saudara saya yang sejak sore oo..salah....dari kemarin2x sudah menantikan kedatangan kita.rugi saya pikir,kalo saya harus tidur cepat di kampung halaman. saya paksakan diri untuk melihat lebih dekat dan berbincang lebih hangat dengan sodara2x saya.

esoknya, saya ke rumah tempat dulu saya bersilaturahmi, saya lupa dia itu siapanya bokap, tapi tujuan pulang kampung adalah rumahnya. sambutan saudara,tawa,canda serta kambing dan sapi yang siap memberikan nafas terakhirnya menjadi memori yang sangat indah.

menyenangkan sekali berkumpul bersama om,tante,keponakan,sepupu dan berkumpul diteras depan rumah,tanpa batasan usia dan gender kami tertawa dalam satu nada. nada bahagia.

Semuanya begitu natural,seperti tak pernah terjadi konflik didalamnya.seperti tak seperti ketegangan yang terjadi sebelumnya. Kita cuma berusaha mendamaikan diri masing2x untuk harga sebuah liburan 2 hari yang ingin dikenang selamanya.

lalu,saya bertemu pengasuh kecil saya...yah...dulu saya ga punya nanny,yang saya punya manny.dia dlu yang slalu mengantarkan saya sekolah waktu kecil.dan ternyata...dia tetep mengantarkan saya ...untuk membeli rokok...setelah saya besar. :)

begitu menyenangkan pulang kampung taun ini, ingin rasanya duduk lebih lama sambil menatap kolam lele dan bir dingin ditangan. ingin rasanya mata kantuk tapi masih bercanda dengan sodara2x.
ingin rasanya jalan2x keliling kota naek delman istimewa..

suatu saat,suatu hari,saya akan pulang kampung lagi...untuk sebuah kenangan yang lebih indah...untuk sebuah ketenangan bathin yang tidak bisa diganti dan terbeli dengan apapun.

No comments: